Wednesday, March 24, 2010

Liburan Pertama Pangeranku

Sebulan lalu, aku ajak Rakha berpetualang ke kampung orang tuanya. Ke jogja dan Padang selama seminggu penuh. Perjalanan itu sudah direncanakan sejak jauh hari, dengan cuti khusus dan tidak bisa diganggu gugat.

Rakha excited banget dengan petualangan besar itu, sampai-sampai sehari menjelang keberangkatan kami ke Jogja, dia gelisah dan sulit tidur.

Ya, gimana tidak.. Berhari-hari sebelumnya, hampir semua orang di sekeliling Rakha bilang, "Wah, Rakha hari Minggu mau naik pesawat yaaaa"

Hihihi, mungkin dia bingung. Pesawat itu benda apa sih, kenapa semua orang meributkannya, apa jangan-jangan rasanya menyeramkan. Hihihi, lucu melihat bayi mungilku ga bisa tidur. Rakha akhirnya baru tertidur pulas setelah aku gendong dan pelan-pelan kubisikkan penjelasan singkatku mengenai pesawat, apa yang nanti akan dia rasakan, kemana tujuan kami, dan apa saja yang akan kami lakukan dalam liburan itu.

Tiba waktunya berangkat ke bandara!! Wah, di bandara Rakha senang sekali. Berlarian (sambil kugendong tentunya) kesana kemari, melihat pesawat, burung, kakinya tak berhenti meloncak. Keceriaan sangat terpancar dari mukanya. Di dalam pesawat, Rakha juga tidak bisa diam. Pandangannya ditujukan ke semua arah, tangannya berusaha meraih semua benda yang ada di jangkauannya. Alhamdulillah, di pesawat pertamanya, Rakha kecilku tidak rewel. Dan, ketika pengalaman naik pesawat pertamanya hampir berakhir, dia tertidur karena lelah... Selamat tidur, pangeran kecilku.

Untuk bunda yang mau bepergian dengan pesawat, jangan ragu mengajak bayinya ikut serta. Persiapkan bawaan dengan benda-beda yang dirasa penting, seperti makanan ringan untuk bayi. Kalau bayi sudah bisa makan biskuit, kue kecil ini akan sangat membantu kalau bayi bunda sudah bosan dengan posisi duduk yang terlalu lama. Jangan lupa bawa minuman, susu atau air putih. Mainan si kecil juga bisa dibawa untuk mengalihkan perhatiannya.

Yang terpenting, ketika pesawat mau berangkat atau hampir sampai di tempat tujuan, beri si kecil minum. Bisa diberi susu botol, ASI, atau minuman lain yang bisa membuat tenggorokan bayi menelan, supaya telinga malaikat bunda tidak kemasukan udara dan menjaga keseimbangannya.