Monday, February 15, 2010

Makanan Pertama Rakha


17 Februari 2010, Rakha akan genap berusia 6 bulan. Waktunya untuk makanan tambahan.. Hal yang kayanya udah dinanti-nanti baby Rakha setelah matanya bisa melihat dengan jelas..

Sebenarnya, bubur susu udah mulai jadi menu rutin sejak hari Sabtu, 13 Februari. Bundanya yang pertama kali menyuapkan sesendok bubur beras merah ke mulut kecilnya.

Pertama kali makan, mungkin terasa agak aneh. Bibirnya cimit-cimit merasakan, apaaa yang ada dalam mulutnya. Tapi, Rakha terlihat senang. Lama-lama, kumat penyakit bosennya. sendok makan ditahan dengan lidah, terkadang malah makanan yang udah masuk disemburkannya lagi. Pokoknya, Rakha super heboh.. Jadi acara makan pertama cuma berlangsung sebentar.

Sejak hari Minggu, Rakha sukses makan bubur sehari dua kali dengan porsi kecil.

Baru tiga hari makan, bayiku terlihat makin menggemaskan. Badannya semakin bulat, apalagi dengan kepalanya yang sekarang tanpa rambut, alias gundul. Celotehnyaaaa, ga berhenti. Anakku sayang makin hari makin lucu.

Saran DSA dan mamaku, Rakha untuk tahap awal makan bubur instan. Apalagi, aku cukup sibuk bekerja jadi hampir ada sempat nyiapin bubur home made. Selain itu, belum tentu kandungan bubur bikinan rumah (yang nggak dibikin bundanya) gizinya lengkap.

Rakha sekarang juga mulai mengonsumsi susu formula. Soalnya, stok ASIku habis. Alhmd, dia ga rewel dengan semua makanan tambahan itu.

Besok, waktunya aku untuk berburu buah segar. Aku ingin Rakha gemuk dan sehat, ga overweight. Untuk itu, dia perlu buah segar sebagai pengganti bubur susunya. Apalagi, nafsu makan Rakha kecil terlihat besaaar. Mau lihat Rakha makan?

Wednesday, February 3, 2010

Dua Jagoan Bunda

Setiap kali aku melihat wajah Rakha, juga terlihat wajah ayah. Penjaga kecilku seakan menjadi reminder.. bahwa bunda dan ayahnya sangat saling mencintai. Rakha jg seperti sebuah bukti, besarnya kasih sayang diantara bunda dan ayah. Mengingat itu semua, rasanya hidup udah lengkap banget. Aku punya dua jagoan yang siap melindungiku.. Satu jagoan kecil, satunya lagi ayah tersayang.

Apalagi saat ayah pergi. Pelukan Rakha memberi semangat dan kebahagiaan, jadi aku ga sesedih dulu lagi kalo lagi ditinggal ayah. Kecil-kecil begitu, Rakha mulai melindungiku. Ga sabar nunggu dia besaran sedikit. Mungkin, dia akan bilang, "Jangan coba-coba ya, ganggu bundaku." Hihihihi..

Oiya, seminggu lalu Rakha sakit dan terpaksa harus menikmati obat pertamanya. Dia kena virus. Badannya jadi panas dan diare. Alhamdulillah, bukan demam berdarah. Udah khawatir aja waktu sadar kalo panasnya Rakha naik turun dan banyak bintik merah di badannya waktu hari ke-4.

Tapi, Rakha memang anak yang hebat. Seharusnya, dia merasa sakit dan pusing. Ga kebayang kan, kalo kita yang dewasa panas, badan rasanya ga enak. Ini enggak, dia selalu ketawa, celotehnya pun ga berhenti. Minta diayun seperti biasa, seolah-olah dia ga sakit. Meskipun sedih lihat Rakha kecil dipaksa minum obat yang buanyak, keceriaannya memberi ketenangan tersendiri. Aku jadi ga terlalu khawatir dan cerewet sama orang dirumah.

Hmmm, semua memang ada hikmahnya. Sakit pertama malaikat kecil itu akhirnya jadi pelajaran tersendiri buatku..

1. HARUS sedia obat penurun panas dan termometer, karena kita ga tau kapan anak akan sakit.
2. Saat sakit, anak akan lebih manja. Jadi, sediakan waktu lebih lama dengan anak. Kasih sayang pasti bisa membantu meredakan sakitnya. Paling tidak, supaya anak jadi lega dan ga gelisah.
3. Temani tidur anak. Sekalian jaga-jaga kalau anak tiba-tiba membutuhkan.
4. Kalo sudah sembuh, jangan heran kalau nafsu makannya bertambah. Huhuhu, sampe ngabisin stok ASI di kulkas.
5. Perhatikan kebersihan mainan, alat makan, dan tempat tidur anak.
6. Awasi dan jaga anak, biar ga sakit lagi :D