Sunday, September 5, 2010

Kala Dia Makin Besar

My baby Rakha is almost 13 months now. Tanpa terasa, sudah lebih dari 1 tahun Rakha lahir ke dunia. Kalau mengingat masa-masa melahirkan, merawatnya saat masih kecil dulu, bunda bersyukur bisa merawat Rakha sampai sekarang.

Bujang Rakha sekarang sudah mulai belajar berjalan. Masih dititah 1 tangan, tapi sebenarnya dia sudah mulai bisa berjalan sendiri sedikit demi sedikit. Responnya terhadap dunia luar pun makin kuat. Bahkan, Rakha sekarang sudah bisa ngerjain orang-orang di sekitarnya. Dari mulai bercanda beneran sampai pura-pura tidur kalau lagi mam. Lucu dan menggemaskan, entah siapa yang ngajarin. Tapi, dia memang punya bakat itu dari ayah bundanya :D

Semakin besar, Baby Rakha semakin manja. Kalau tidur, maunya dipeluk bunda. Kalau bunda baru pulang kantor, wuiiih harus sama bunda. Manis manja grup aja.. soalnya, kalau bunda mau berangkat kerja, Baby Rakha ngerti bunda kerja untuk Rakha, jadi Rakha harus berdoa supaya bunda lancar kerjanya jadi bisa beli mainan untuk Rakha.

Bayiku yang dulu cuma 48 cm, sekarang sudah tumbuh hampir 1 meter.
Bayiku yang dulu hanya bisa tidur dan memandang, sekarang sudah belajar berlari, melompat, dan bicara.
Bayiku yang dulu tidak lebih berat daripada beras zakat fitrah, sekarang sudah bisa mijetin bundanya.
Bayiku, semoga semakin besar tumbuh semakin pintar..soleh..patuh pada orang tua..dan berguna bagi orang-orang sekitarnya.. Aminn..

Thursday, May 13, 2010

Vacation To Bandung

Woow, Rakha akhirnya berlibur bareng Ayah Bunda ke Bandung.. Senangnya :D
Sabtu-Minggu, hanya 2 hari saja. Tapi rasanya puaaas bbanget. Baby Rakha ga berhenti tertawa. Dia menikmati liburannya, dari mulai perjalanan berangkat dari Jakarta, sampe perjalanan pulangnya.

Gini ni ceritanya,
Sabtu, 5 Mei yang lalu, Rakha, Bunda, & Ayah langsung meluncur ke Bandung setelah Rakha selesai aktivitas pagi harinya, makan dan mandi. Sepanjang perjalanan, ga henti-hentinya Rakha bercerita.. aaaaaa...aaaaaa... hihihi, mungkin maksudnya dia mau bilang senangnya jalan-jalan. Selepas dari pintu tol Bekasi Timur, dia langsung mik dan tertidur pulas di pangkuan Bunda. Tau kalo jalanan macet, jadi tiduuuur aja terus. Baby Rakha baru bangun setelah kelaur tol Bandung. Wuiiiih, niat ya tidurnya.

Kapan-kapan liburan lagi ya, sayang

Monday, April 26, 2010

Dirawat di rumah sakit, kayanya ga pernah terlintas di benakku sama sekali. Aku kan jarang sekali sakit, kalau pun harus bedrest paling cuma sekedar kecapean dan radang tenggorokan. Tapi, kemarin akhirnya aku harus benar-benar merasakan nikmatnya jadi pasien di rumah sakit, dengan penyakit yang serius pula.

Tapi yang paling menyedihkan...
Harus berpisah 4 hari dari Rakha.
Miss you, lil angel

Thursday, April 1, 2010

Wednesday, March 24, 2010

Liburan Pertama Pangeranku

Sebulan lalu, aku ajak Rakha berpetualang ke kampung orang tuanya. Ke jogja dan Padang selama seminggu penuh. Perjalanan itu sudah direncanakan sejak jauh hari, dengan cuti khusus dan tidak bisa diganggu gugat.

Rakha excited banget dengan petualangan besar itu, sampai-sampai sehari menjelang keberangkatan kami ke Jogja, dia gelisah dan sulit tidur.

Ya, gimana tidak.. Berhari-hari sebelumnya, hampir semua orang di sekeliling Rakha bilang, "Wah, Rakha hari Minggu mau naik pesawat yaaaa"

Hihihi, mungkin dia bingung. Pesawat itu benda apa sih, kenapa semua orang meributkannya, apa jangan-jangan rasanya menyeramkan. Hihihi, lucu melihat bayi mungilku ga bisa tidur. Rakha akhirnya baru tertidur pulas setelah aku gendong dan pelan-pelan kubisikkan penjelasan singkatku mengenai pesawat, apa yang nanti akan dia rasakan, kemana tujuan kami, dan apa saja yang akan kami lakukan dalam liburan itu.

Tiba waktunya berangkat ke bandara!! Wah, di bandara Rakha senang sekali. Berlarian (sambil kugendong tentunya) kesana kemari, melihat pesawat, burung, kakinya tak berhenti meloncak. Keceriaan sangat terpancar dari mukanya. Di dalam pesawat, Rakha juga tidak bisa diam. Pandangannya ditujukan ke semua arah, tangannya berusaha meraih semua benda yang ada di jangkauannya. Alhamdulillah, di pesawat pertamanya, Rakha kecilku tidak rewel. Dan, ketika pengalaman naik pesawat pertamanya hampir berakhir, dia tertidur karena lelah... Selamat tidur, pangeran kecilku.

Untuk bunda yang mau bepergian dengan pesawat, jangan ragu mengajak bayinya ikut serta. Persiapkan bawaan dengan benda-beda yang dirasa penting, seperti makanan ringan untuk bayi. Kalau bayi sudah bisa makan biskuit, kue kecil ini akan sangat membantu kalau bayi bunda sudah bosan dengan posisi duduk yang terlalu lama. Jangan lupa bawa minuman, susu atau air putih. Mainan si kecil juga bisa dibawa untuk mengalihkan perhatiannya.

Yang terpenting, ketika pesawat mau berangkat atau hampir sampai di tempat tujuan, beri si kecil minum. Bisa diberi susu botol, ASI, atau minuman lain yang bisa membuat tenggorokan bayi menelan, supaya telinga malaikat bunda tidak kemasukan udara dan menjaga keseimbangannya.

Monday, February 15, 2010

Makanan Pertama Rakha


17 Februari 2010, Rakha akan genap berusia 6 bulan. Waktunya untuk makanan tambahan.. Hal yang kayanya udah dinanti-nanti baby Rakha setelah matanya bisa melihat dengan jelas..

Sebenarnya, bubur susu udah mulai jadi menu rutin sejak hari Sabtu, 13 Februari. Bundanya yang pertama kali menyuapkan sesendok bubur beras merah ke mulut kecilnya.

Pertama kali makan, mungkin terasa agak aneh. Bibirnya cimit-cimit merasakan, apaaa yang ada dalam mulutnya. Tapi, Rakha terlihat senang. Lama-lama, kumat penyakit bosennya. sendok makan ditahan dengan lidah, terkadang malah makanan yang udah masuk disemburkannya lagi. Pokoknya, Rakha super heboh.. Jadi acara makan pertama cuma berlangsung sebentar.

Sejak hari Minggu, Rakha sukses makan bubur sehari dua kali dengan porsi kecil.

Baru tiga hari makan, bayiku terlihat makin menggemaskan. Badannya semakin bulat, apalagi dengan kepalanya yang sekarang tanpa rambut, alias gundul. Celotehnyaaaa, ga berhenti. Anakku sayang makin hari makin lucu.

Saran DSA dan mamaku, Rakha untuk tahap awal makan bubur instan. Apalagi, aku cukup sibuk bekerja jadi hampir ada sempat nyiapin bubur home made. Selain itu, belum tentu kandungan bubur bikinan rumah (yang nggak dibikin bundanya) gizinya lengkap.

Rakha sekarang juga mulai mengonsumsi susu formula. Soalnya, stok ASIku habis. Alhmd, dia ga rewel dengan semua makanan tambahan itu.

Besok, waktunya aku untuk berburu buah segar. Aku ingin Rakha gemuk dan sehat, ga overweight. Untuk itu, dia perlu buah segar sebagai pengganti bubur susunya. Apalagi, nafsu makan Rakha kecil terlihat besaaar. Mau lihat Rakha makan?

Wednesday, February 3, 2010

Dua Jagoan Bunda

Setiap kali aku melihat wajah Rakha, juga terlihat wajah ayah. Penjaga kecilku seakan menjadi reminder.. bahwa bunda dan ayahnya sangat saling mencintai. Rakha jg seperti sebuah bukti, besarnya kasih sayang diantara bunda dan ayah. Mengingat itu semua, rasanya hidup udah lengkap banget. Aku punya dua jagoan yang siap melindungiku.. Satu jagoan kecil, satunya lagi ayah tersayang.

Apalagi saat ayah pergi. Pelukan Rakha memberi semangat dan kebahagiaan, jadi aku ga sesedih dulu lagi kalo lagi ditinggal ayah. Kecil-kecil begitu, Rakha mulai melindungiku. Ga sabar nunggu dia besaran sedikit. Mungkin, dia akan bilang, "Jangan coba-coba ya, ganggu bundaku." Hihihihi..

Oiya, seminggu lalu Rakha sakit dan terpaksa harus menikmati obat pertamanya. Dia kena virus. Badannya jadi panas dan diare. Alhamdulillah, bukan demam berdarah. Udah khawatir aja waktu sadar kalo panasnya Rakha naik turun dan banyak bintik merah di badannya waktu hari ke-4.

Tapi, Rakha memang anak yang hebat. Seharusnya, dia merasa sakit dan pusing. Ga kebayang kan, kalo kita yang dewasa panas, badan rasanya ga enak. Ini enggak, dia selalu ketawa, celotehnya pun ga berhenti. Minta diayun seperti biasa, seolah-olah dia ga sakit. Meskipun sedih lihat Rakha kecil dipaksa minum obat yang buanyak, keceriaannya memberi ketenangan tersendiri. Aku jadi ga terlalu khawatir dan cerewet sama orang dirumah.

Hmmm, semua memang ada hikmahnya. Sakit pertama malaikat kecil itu akhirnya jadi pelajaran tersendiri buatku..

1. HARUS sedia obat penurun panas dan termometer, karena kita ga tau kapan anak akan sakit.
2. Saat sakit, anak akan lebih manja. Jadi, sediakan waktu lebih lama dengan anak. Kasih sayang pasti bisa membantu meredakan sakitnya. Paling tidak, supaya anak jadi lega dan ga gelisah.
3. Temani tidur anak. Sekalian jaga-jaga kalau anak tiba-tiba membutuhkan.
4. Kalo sudah sembuh, jangan heran kalau nafsu makannya bertambah. Huhuhu, sampe ngabisin stok ASI di kulkas.
5. Perhatikan kebersihan mainan, alat makan, dan tempat tidur anak.
6. Awasi dan jaga anak, biar ga sakit lagi :D

Tuesday, January 19, 2010

I'm 5 Months Now


Rakha sudah 5 bulan sekarang. Tingkah polahnya, makin lucu dan aktif. Meski belum bisa duduk sendiri, my little angle maunya berdiri. Pasti kakinya melonjak-lonjak kalau badannya diberdirikan. Kalau diangkat tinggi, wuiiih bisa teriak saking girangnya. Rakhaku juga makin cerewet. Whuououo.. Seakan-akan udah bisa ngomong.

Sejak umur 4,5 bulan, aku udah mulai ngajarin how to poop and pee at the bathroom. Kecil-kecil gitu, dia mulai belajar rutinitas pup di pagi hari sama menjelang tidur. Puokoknya, ada-ada aja kelincahan yang buat aku tersenyum meski pikiran dan badan udah lelah mikir berita seharian.

Tapi, badannya ga semontok dulu. Mungkin karena dia aktif kali ya, dua bulan terakhir berat badannya cuma naik 500gr per bulan. Dan, kayanya bakat tinggi juga kayak ayah.

Alhamdulillah, sampe sekarang aku masih bisa supply ASI. Tertatih-tatih sih, soalnya belakangan jadi males pumping kalo pagi. Akhirnya, stok ASI di kulkas berkurang. Dah gitu, ASIku kemaren sempet sedikit gara-gara jarang makan sayur. Ga pernah massage lagi. Hmm, jangan ditiru ya.. Selalu siapkan stok ASI dan jangan malas pumping, apalagi tengah malam. Lawan ngantuk dengan berpikir yang terbaik untuk si kecil. Teori yang mudah, sulit dilakukan.. Tapi, caiyoooo, harus BERSEMANGAT! Mudah-mudahan, ASIku bisa bertahan sampe Rakha 6 bulan dan benar-benar dapat ASI eksklusif ya.