Alhamdulillah..
Anak lelakiku akhirnya lahir dengan selamat, 17 Agustus 2009 lalu. Jam 00.45 wib, seperti tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
Dengan berat badan 3 kg dan panjang 48 cm, anakku lahir dengan sangat sempurna untukku.
Alhamdulillah, Kau telah beri satu lagi cahaya dalam hidupku.. Satu titipan terindah yang menjadi tanggung jawabku.
Dan, kunamakan malaikat kecil ini Rakha Ikram Taufiq. Semoga, Rakha bisa tumbuh menjadi anak yang berahlak mulia, berguna, dan hidup bahagia sepanjang umurnya. Putera lelakiku, Nerisa dan Indra.
Meet me, Im a newly mom. This is my story of being a working wife but hopes to be a good mom and wife. Follow my journey
Saturday, August 29, 2009
Friday, August 14, 2009
Shocking News
Dalam satu sesi konsultasi dr kandungan, ternyata posisi kepala babyku ke atas lagi. Bayangin, setelah sebelum-sebelumnya ga ada kendala apapun untuk lahir normal, tiba-tiba di minggu ke-38 dia memilih naik, keluar dari rumah kepalanya saat itu, mulut rahim. Quite shocking, karena itu berarti kemungkinan besar kelahiran bayi kecilku akan lewat operasi caesar, bukan kelahiran spontan. Mengejutkan.. karena ga gampang untuk mengembalikan posisi kepalanya untuk kebawah lagi pada usia 38 minggu, detik-detik menjelang kelahiran.
Awalnya, segala teknik nonggeng aku lakukan untuk mengembalikan posisi si kecil. Berdoa dan merayu si kecil yang lagi pecicilan ini, supaya mau kembali lagi ke bawah. Tapi lama-lama, kayaknya ini juga jalan dari proses kehamilanku. Mungkin, caesar akan menjadi jalan yang terbaik buat ibu dan bayi. Selama ini, kondisi kehamilannya kan baik-baik aja, ga ada kendala apa-apa. Dan, kalau di minggu terakhir malah membalik, mungkin itu jalan yang udah diaturNya.
Dan, akhirnya.. tetap berusaha, berdoa, dan ngajak ngobrol si kecil. Tapi, tidak memberi perintah untuk turun ke tempat yang seharusnya. Kalau dia mau melalui jalur operasi, rasanya seru juga... Ya, coba belajar demokratis dari dalam kandungan. huehehhee... Yang jelas, dia belajar pecicilan kan dari bundanya juga.
De, nanti kalau kamu sudah besar minta maaf sama bunda yaaaaa. Bunda sayang kamu :D
Awalnya, segala teknik nonggeng aku lakukan untuk mengembalikan posisi si kecil. Berdoa dan merayu si kecil yang lagi pecicilan ini, supaya mau kembali lagi ke bawah. Tapi lama-lama, kayaknya ini juga jalan dari proses kehamilanku. Mungkin, caesar akan menjadi jalan yang terbaik buat ibu dan bayi. Selama ini, kondisi kehamilannya kan baik-baik aja, ga ada kendala apa-apa. Dan, kalau di minggu terakhir malah membalik, mungkin itu jalan yang udah diaturNya.
Dan, akhirnya.. tetap berusaha, berdoa, dan ngajak ngobrol si kecil. Tapi, tidak memberi perintah untuk turun ke tempat yang seharusnya. Kalau dia mau melalui jalur operasi, rasanya seru juga... Ya, coba belajar demokratis dari dalam kandungan. huehehhee... Yang jelas, dia belajar pecicilan kan dari bundanya juga.
De, nanti kalau kamu sudah besar minta maaf sama bunda yaaaaa. Bunda sayang kamu :D
Tuesday, August 11, 2009
Bersiap Menggelindingkan Bola
Sebentar lagi, "bola" yang udah dibawa selama 37 minggu terakhir ini akan keluar. Alhamdulillah karena memang sudah waktunya.
Sekarang, ga lagi menghitung trimester atau bulan, tapi minggu...malah bisa jadi hari..
Prediksi dokter sih antara tanggal 19-24 Agustus, tapi bisa jadi lebih cepat. Atau lebih lambat.
Sebentar lagi...
Yang pasti ada rasa was-was, gimana ya rasanya melahirkan nanti? Yakin bisa sih, insyaallah, tapi seberapa sakitnya ya? Semakin nanya sama orang kiri kanan, smakin penasaran. Tapi, juga makin khawatir. Belum lagi kalau berpikir setelah melahirkan, berarti masuk tahap baru sebagai seorang ibu. Yup, not longer as a newly wife... Semua yang ga pernah dibayangkan sebelumnya harus mulai dijalani sepenuh hati dan bener-bener!
Tapi, makin penasaran. "Kapan sih ni lahirnya, lama banget.." huahahaa, jadi bikin makin jengah. Semakin cepat lahir berarti makin cepat bola itu bisa mulai menggelinding. Makin cepat belajar gimana caranya mengoper bola dengan baik, mengarahkan, dan memasukkannya ke sasaran. Ga cuma bisa membayangkan dan tanya sana sini aja.
Minggu ini, si kecil juga mulai merasa kalo bundanya khawatir. Sering tegang dan jadi malu-malu bergerak. Lebih diem, ga seaktif biasanya. "Maaf ya de, bunda bikin kamu ga nyaman. Bunda coba untuk ga khawatir de, membayangkan nanti kalau kamu udah lahir ke dunia. Ketemu orang-orang yang sudah lama menantimu.. Ga lagi cuma bisa meraba dede, tapi juga bisa mengusap, memainkan jari jemari dede yang mungil, melihat tawanya dede, dan bangunin ayah sama-sama :D
In the last week of his present in me, every second feel so precious and I just want he feels cozy in his "first room". Dan selama ini, dia telah mengajarkanku banyak hal.
Ya Allah, berilah kemudahan dan kekuatanMu..amiiin
Sekarang, ga lagi menghitung trimester atau bulan, tapi minggu...malah bisa jadi hari..
Prediksi dokter sih antara tanggal 19-24 Agustus, tapi bisa jadi lebih cepat. Atau lebih lambat.
Sebentar lagi...
Yang pasti ada rasa was-was, gimana ya rasanya melahirkan nanti? Yakin bisa sih, insyaallah, tapi seberapa sakitnya ya? Semakin nanya sama orang kiri kanan, smakin penasaran. Tapi, juga makin khawatir. Belum lagi kalau berpikir setelah melahirkan, berarti masuk tahap baru sebagai seorang ibu. Yup, not longer as a newly wife... Semua yang ga pernah dibayangkan sebelumnya harus mulai dijalani sepenuh hati dan bener-bener!
Tapi, makin penasaran. "Kapan sih ni lahirnya, lama banget.." huahahaa, jadi bikin makin jengah. Semakin cepat lahir berarti makin cepat bola itu bisa mulai menggelinding. Makin cepat belajar gimana caranya mengoper bola dengan baik, mengarahkan, dan memasukkannya ke sasaran. Ga cuma bisa membayangkan dan tanya sana sini aja.
Minggu ini, si kecil juga mulai merasa kalo bundanya khawatir. Sering tegang dan jadi malu-malu bergerak. Lebih diem, ga seaktif biasanya. "Maaf ya de, bunda bikin kamu ga nyaman. Bunda coba untuk ga khawatir de, membayangkan nanti kalau kamu udah lahir ke dunia. Ketemu orang-orang yang sudah lama menantimu.. Ga lagi cuma bisa meraba dede, tapi juga bisa mengusap, memainkan jari jemari dede yang mungil, melihat tawanya dede, dan bangunin ayah sama-sama :D
In the last week of his present in me, every second feel so precious and I just want he feels cozy in his "first room". Dan selama ini, dia telah mengajarkanku banyak hal.
Ya Allah, berilah kemudahan dan kekuatanMu..amiiin
Subscribe to:
Posts (Atom)